Salurkan Pokir Senilai 600 Juta Rupiah Lewat DLH Kabupaten Bogor, Dewan Achmad Fathoni Bantu 80 KRL di Dapil 2

Berita169 Dilihat

Bogor, Ruangbogor.id – Anggota DPRD Kabupaten Bogor daerah pemilihan (dapil) 2 (Gunung Putri, ​Jonggol, ​Cileungsi, Cariu, ​Sukamakmur, Klapanunggal, ​Tanjungsari), Achmad Fathoni menggulirkan program Pokok Pikiran (Pokir) miliknya senilai 600 juta rupiah kepada 80 Kampung Ramah Lingkungan (KRL).

Menurut Fathoni, bantuan ini bukan yang pertama bagi 7 Kecamatan di dapil 2 Kabupaten Bogor melainkan ini adalah tahun ke-4 dirinya membantu gerakan lingkungan 80 KRL binaanya yang disalurkan melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bogor.

“Tujuannya, kami tidak ingin KRL merasa tidak dihargai oleh Pemda Kabupaten Bogor, bahkan Pemda sangat mengapresiasi dan salah satunya adalah program bantuan alat ini yang telah diwujudkan secara bersama-sama,” ujar Fathoni saat ditemui usai acara di RW 30, Desa Tlajung Udik, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor.

“Totalnya lebih dari 113 alat, paling besar itu ada mesin press sampah 2 unit, lalu ada baktor sampah 3 unit, gerobak sampah, ada juga bioflog untuk ternak ikan, lalu mesin pemotong rumput, drop box untuk sampah yang bernilai ekonomis, hingga tempat tanam hidroponik,” tukas Fathoni.

Giat kali ini juga menjadi momentum Achmad Fathoni memperkenalkan Pepeling alias Persaudarsan Pegiat Lingkungan yang resmi dibentuknya pada tahun 2024 yang lalu.

“Nantinya, Pepeling ini akan membantu KRL-KRL yang baru bergerak atau sudah mulai jenuh atau bermasalah, maka ayo kita pecahkan bersama masalahnya dengan cara edukasi dan pendampingan,” kata Fathoni, Ahad (28/09/2025).

Kedepan, setiap Pokir legislator PKS ini yang digunakan untuk kegiatan pecinta lingkungan bakal melalui rekomendasi dari Pepeling.

Camat Gunung Putri Kurnia Indra yang hadir pada acara tersebut juga mengatakan bahwa dirinya mengapresiasi RW 30 Desa Tlajung Udik yang sudah 3 bulan lamanya tidak buang sampah ke TPA karena berhasil mengelola sampahnya di wilayah sendiri.

“Saya apresiasi sekali, ini meringankan beban kami ya, beban tanggung jawab kami untuk masalah persampahan, ini harus bisa berkelanjutan. Harus bisa jadi contoh buat kita semuanya,” kata Kurnia

Dirinya juga mengatakan bahwa secara data pada tahun 2024, dari 59 KRL di Gunung Putri dari total 294 RW, pengelolaan sampah yang maksimalnya baru mencapai 2 persen saja.

Kepala Desa Tlajung Udik, Yusuf Ibrahim yang turut hadir pada giat tersebut juga menyampaikan bahwa total sampah yang dihasilkan desanya dalam sehari berkisar diangka 6 ton dari total jumlah penduduk yang mencapai 59 ribu lebih jiwa.

“Maka dari itu, sekarang saya mewajibkan bagaimana caranya kita melakukan penanganan sampah tanpa harus membuang ke TPA,” imbuhnya.

Selain itu Kades Yusuf juga menjelaskan bahwa saat ini kolaborasi dan sinergitas pengelolaan sampah antara wilayah perumahan dan perkampungan di desanya sudah berjalan sesuai harapan.

Terkait dengan program Pokir Achmad Fathoni ini, Camat Gunung Putri Kurnia Indra serta Kades Tlajung Udik Yusuf Ibrahim menyampaikan rasa terima kasihnya atas alat-alat pengelola lingkungan yang telah berhasil direalisasikan.

“Berarti ada 10 RW lagi, alhamdulillah sudah merambah dikami, mudah-mudahan sinergitas antara perkampungan dan perumahan tetap berjalan sesuai rencana dan harapan kita,” tandas Yusuf.

Perwakilan DLH Kabupaten Bogor, Agus juga berpesan kepada para KRL penerima manfaat agar menjaga dan merawat alat-alat yang sudah diberikan oleh Pokir Achmad Fathoni bersama program Pemkab Bogor.

“Barang yang sudah diterima, sudi kiranya dijaga dan dirawat,” pungkas Agus.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *