Bogor, Ruangbogor.id – Paguyuban Pedagang Kambing Domba (P2KD) Pasar Leuwiliang mempertanyakan soal ketersediaan space pasar hewan ke PD Pasar Tohaga.
Berlokasi di Kantor PD Pasar Tohaga unit Leuwiliang, pertemuan ini juga dihadiri oleh UPTD Puskeswan wilayah V Pamijahan dan berlangsung mulai 13.30 hingga 16.45 WIB.
Juru bicara (Jubir) P2KD, H. Iwan Setiawan mengatakan bahwa pasar eksisting sebelumnya saja tidak muat menampung 470 pedagang P2KD.
“Secara perhitungan saja, jika satu orang pedagang mempunyai binaan 10 keluarga peternak, maka 4700 keluarga peternak se-Bogor barat akan kesulitan menjual ternaknya. Padahal pasar menjadi andalan keluarga peternak saat kebutuhan mendesak,” ujar H. Iwan, Senin (18/08/2025).
Pasca terbakar, rencana pembuatan space hewan di pasar Leuwiliang bakal dibangun berukuran 140-170 meter persegi saja, sedangkan sebelumnya pasar berukuran 700 meter persegi.
“Kami sudah berupaya menyampaikan masalah ini ke DPRD Kabupaten Bogor serta kepala dinas perikanan dan peternakan Kabupaten Bogor, ada 3 solusi sementara ini yang dihasilkan,” tukas H. Iwan.
“Pertama, pembebasan lahan di belakang pasar hewan yang akan dibangun oleh Pemda Kabupaten Bogor atau PD Pasar Tohaga seluas sekitar 700 meter, kedua M
Membuat pasar hewan menjadi 2 atau 3 lantai dan yang ketiga pembelian lahan di pasar sementara,” kata H. Iwan.
“Kami betul-betul menuntut agar solusi ini bisa direalisasikan, kalau tidak bayangkan saja jumlah anggota pasar hewan sekitar 400 orang, rata-rata sekitar 400-700 ekor hewan tiap hari di pasar, menjelang Idul Adha jumlahnya bisa 2 kali lipat,” imbuh H. Iwan.
“Dan yang harus digarisbawahi juga adalah selama ini belum ada legal formal antara PD Pasar Tohaga dan paguyuban Pasar kambing atau domba,” tandasnya.







