Nutrifood Physical Education Teacher Dorong Guru PJOK Jadi Pemimpin Budaya Hidup Sehat di Sekolah

headline, Olahraga1044 Dilihat

Ruangbogor.id – Bogor, Minggu 10 Mei 2026, Nutrifood bersama Guru Belajar Foundation menggelar workshop tahap lanjutan bertajuk “Desain & Implementasi Pembelajaran PJOK Bermakna: Upaya Membangun Budaya Hidup Sehat di Sekolah” bagi guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) di Kota dan Kabupaten Bogor. Kegiatan ini merupakan bagian dari program Nutrifood Physical Education Teacher (NPET) yang diselenggarakan di berbagai daerah di Indonesia.

Sebagai perusahaan yang telah lebih dari 47 tahun menginspirasi masyarakat Indonesia untuk hidup lebih sehat melalui berbagai produk dan inisiatif, Nutrifood percaya bahwa pencegahan lebih baik daripada pengobatan. Sejalan dengan misi Inspiring a Nutritious Life, program NPET menjadi salah satu upaya Nutrifood dalam mengedukasi masyarakat untuk menerapkan pola hidup sehat dan berkualitas.

Dalam pelaksanaannya, Nutrifood berkolaborasi dengan Guru Belajar Foundation, sebuah philanthropic intermediary yang memiliki visi memberdayakan pendidikan sebagai pendorong perubahan melalui pengembangan guru, program kepemimpinan, serta pendampingan sekolah dan madrasah. Kolaborasi ini bertujuan memperkuat peran guru PJOK sebagai pemimpin perubahan gaya hidup sehat di lingkungan sekolah.

Tahun ini, program NPET diminati sebanyak 4.413 pendaftar. Dari jumlah tersebut, sebanyak 3.535 peserta terpilih mengikuti Tahap Dasar program NPET. Pada tahap ini, peserta menjalani asesmen awal, pembelajaran menjadi guru belajar, pendalaman dasar gaya hidup sehat, pelatihan guru konten kreator, hingga pendampingan pembelajaran. Selanjutnya, peserta memasuki Tahap Lanjutan yang salah satunya diwujudkan melalui kegiatan workshop.

Workshop ini menjadi bagian dari penguatan praktik pembelajaran yang dilaksanakan secara luring di 18 Nutrihub Community Hub, yaitu Denpasar, Serpong, Bandung, Bogor, Jakarta, Semarang, Solo, Malang, Surabaya, Yogyakarta, Lampung, Makassar, Padang, Pekanbaru, Palembang, Medan, Lombok, dan Jambi, serta tiga sesi daring untuk peserta yang berada di luar jangkauan area Nutrihub.

Melalui workshop ini, guru PJOK diperkuat perannya sebagai pemimpin perubahan budaya hidup sehat yang lebih holistik dan transformatif. Guru tidak lagi hanya mengajar keterampilan fisik secara teknis, tetapi juga berperan dalam membangun kesadaran dan kebiasaan hidup sehat pada murid.

Program ini hadir sebagai respons terhadap tantangan gaya hidup anak-anak yang masih didominasi pola tidak sehat, seperti kurangnya aktivitas fisik, tingginya konsumsi gula dan lemak, serta penggunaan gawai secara berlebihan. Dengan pendekatan pembelajaran yang lebih bermakna, guru PJOK diharapkan mampu mengambil peran strategis dalam membangun kebiasaan hidup sehat sejak dini.

CEO Nutrifood, Mardi Wu, mengatakan bahwa guru PJOK memiliki peran penting dalam membangun fondasi gaya hidup sehat bagi anak-anak.

“Guru PJOK memiliki peran besar dalam membantu murid membangun kebiasaan hidup sehat sejak dini. Mulai dari literasi hidup sehat, pelibatan orang tua, hingga penguatan karakter murid. Melalui pembelajaran yang tepat, guru dapat mendorong kesadaran dan praktik hidup sehat yang akan terbawa hingga dewasa,” ujarnya.

Program NPET dirancang untuk membekali guru PJOK agar menjadi teladan gaya hidup sehat yang mengintegrasikan aktivitas fisik, nutrisi seimbang, dan istirahat berkualitas dalam proses pembelajaran. Dalam workshop ini, peserta mendapatkan penguatan dalam merancang strategi pembelajaran kreatif, teknik pelibatan murid, serta penyusunan modul ajar dan asesmen yang aplikatif dan bermakna untuk diterapkan di sekolah masing-masing.

Ketua Operasional Guru Belajar Foundation, Maman Basyaiban, menegaskan bahwa guru PJOK memiliki posisi strategis sebagai agen perubahan gaya hidup sehat di sekolah.

“Guru PJOK adalah pemimpin perubahan gaya hidup. Perannya tidak hanya mengajarkan keterampilan olahraga, tetapi juga membangun kesadaran murid tentang pentingnya hidup sehat,” katanya.

Ia menambahkan, perubahan tersebut membutuhkan pendekatan pembelajaran yang lebih mendalam dan kontekstual, tidak sekadar berfokus pada instruksi, tetapi juga membentuk kebiasaan dan pola pikir murid melalui pendekatan deep learning yang relevan dengan kehidupan sehari-hari.

Setelah workshop ini, program akan dilanjutkan dengan tahap implementasi pembelajaran di sekolah, pendampingan, hingga publikasi cerita perubahan guru sebagai bagian dari proses pembelajaran berkelanjutan hingga tahap akhir program. Melalui rangkaian tersebut, peserta diharapkan mampu menerapkan pembelajaran PJOK yang lebih bermakna serta menjadi pemimpin dalam membangun budaya hidup sehat di lingkungan sekolah maupun komunitasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *