DaUbaidillah Badrun Tekankan Pentingnya Pemimpin Adaptif di Era Digitallam LDKE STIM Budi Bakti 2025,

Berita146 Dilihat

Bogor, Ruangbogor.id — Analis Sosial Politik Universitas Negeri Jakarta (UNJ) sekaligus Direktur Eksekutif CESPELS, Ubaidillah Badrun, menjadi pembicara utama dalam kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan dan Enterpreneur (LDKE) 2025 yang diselenggarakan Senat Mahasiswa STIM Budi Bakti pada 29–30 November 2025 di Villa Sido Mukti, Curug Nangka. Ubaidillah menekankan bahwa pemimpin masa depan harus memiliki kemampuan adaptasi tinggi dan pemahaman mendalam terhadap perubahan dunia yang semakin cepat.

“Masyarakat saat ini hidup dalam era “liquid modernity”, yaitu kondisi sosial yang serba berubah dan sulit ditebak. Perkembangan digital democracy, post-truth politic, serta disrupsi teknologi menurutnya menuntut pemimpin untuk mampu membaca situasi dengan lebih cermat dan responsif. Besarnya penetrasi digital dunia. Berdasarkan data GSMA Intelligence, Global Webindex, dan APJII, tercatat 4,96 miliar penduduk dunia menggunakan internet, sedangkan di Indonesia jumlahnya telah mencapai 215,63 juta orang. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa ruang digital menjadi arena strategis bagi kepemimpinan modern.

“Masyarakat yang terkoneksi setiap saat, pemimpin tidak bisa lagi hanya mengandalkan pendekatan konvensional. Mereka harus memahami perilaku digital, menguasai informasi, dan mampu merespons perubahan secara cepat,” ujar Ubaidillah.

“Pemaparannya mengenai Society 5.0, Ubaidillah menjelaskan bahwa masa depan akan didominasi oleh kecerdasan buatan (AI), Internet of Things (IoT), dan transformasi digital yang menuntut pemimpin tetap humanis dalam memanfaatkan teknologi. Karakter pemimpin yang dibutuhkan, seperti wawasan kebangsaan dan global, kemampuan berpikir tingkat tinggi (HOTS), kreativitas, inovasi, kolaborasi, serta integritas moral. Berdasarkan riset internasional, pemimpin efektif juga harus mampu memahami kebutuhan pengikutnya, memiliki kecerdasan emosional, serta unggul dalam komunikasi. “

Di hadapan para peserta LDKE, Ubaidillah menegaskan pentingnya organisasi mahasiswa sebagai tempat pembelajaran kepemimpinan.

“Organisasi adalah laboratorium terbaik untuk melatih kepemimpinan. Di sana seseorang belajar mengatur waktu, mengambil keputusan, dan memahami dinamika kerja tim. Dibutuhkan strategi pengembangan kepemimpinan yang terstruktur mulai dari masa sekolah, masa kuliah, awal masa kerja, hingga persiapan menjadi pemimpin tingkat nasional dan internasional,” katanya.

Kegiatan LDKE 2025 STIM Budi Bakti diikuti puluhan mahasiswa dan berlangsung selama dua hari dengan berbagai sesi pelatihan, diskusi, dan pengembangan karakter. Panitia berharap materi yang disampaikan Ubaidillah Badrun dapat memberi bekal konkrit bagi mahasiswa untuk menjadi pemimpin yang efektif, beretika, dan relevan dengan tantangan zaman.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *