BOGOR, Ruangbogor.id – Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Daerah Pemilihan (Dapil) Kabupaten Bogor, Doni Maradona Hutabarat, meninjau langsung lokasi terdampak banjir di Kecamatan Jasinga pada Minggu (26/4/2026). Kehadiran legislator ini bertujuan untuk memastikan kondisi warga serta menyalurkan bantuan logistik bagi keluarga yang terdampak luapan Kali Cipangaur.
Banjir yang dipicu curah hujan tinggi tersebut sebelumnya merendam puluhan rumah di Desa Pangaur dan Desa Barengkok. Di Desa Pangaur, ketinggian air sempat mencapai satu hingga dua meter di area bantaran kali, sementara di Desa Barengkok, belasan rumah warga di Kampung Pariuk terendam lumpur.
Salurkan Ratusan Paket Sembako
Dalam kunjungannya, Doni Hutabarat membawa bantuan berupa 100 karung beras kemasan 5 kg dan 100 kardus mie instan. Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis kepada perwakilan warga setempat untuk kemudian didistribusikan kepada para korban banjir.
”Kami hadir untuk memastikan keselamatan warga dan memberikan dukungan moril serta materiil. Meskipun air sudah surut, beban warga pasca-banjir untuk membersihkan rumah dan mencukupi kebutuhan harian harus kita ringankan bersama,” ujar Doni di lokasi.
Meski tidak ada korban jiwa dalam insiden ini, luapan Kali Cipangaur sempat memutus akses jembatan antar-RT. Hingga hari ini, situasi dilaporkan sudah kondusif. Warga secara mandiri telah membersihkan sisa-sisa lumpur dan jembatan penghubung kini sudah bisa dilewati kembali.
Doni juga menegaskan akan membawa persoalan banjir di Jasinga ini ke tingkat provinsi sebagai bahan evaluasi terkait normalisasi sungai atau pembangunan tanggul guna mencegah kejadian serupa berulang di masa mendatang.
“Secara kewenangan, peran Provinsi Jawa Barat di sungai Cipangaur ini ada di Dinas Sumber Daya Air (SDA), koordinasinya lintas sektor baik dengan Pemerintah Pusat (BBWS): Bertanggung jawab atas konstruksi besar, seperti pembangunan tanggul permanen, normalisasi sungai secara makro, dan pengaturan debit air. Lalu Pemerintah Kabupaten Bogor Melalui DPUPR atau BPBD, bertanggung jawab atas penanganan darurat pasca-bencana, pembersihan drainase lokal yang terhubung ke sungai, serta pengawasan pemukiman di sepanjang sempadan kali,” tukas Doni.
“Saya akan bangun komunikasi dengan SDA kedepan untuk koordinasi kewilayahan dan sinkronisasi program penanggulangan banjir lintas kabupaten,” tandas Doni, Minggu (26/04/2026).












