Bogor, RuangBogor.id-Pemkab Bogor melaunching pelaksanaan subsidi oerasi asar murah penanganan dampak inflasi dengan sasaran pedagang mikro, pengemudi ojek online, pengemudi ojek pangkalan dan supir angkutan perdesaan.
Sebanyak 35.552 jiwa masyarakat dari berbagai profesi diatas, bisa menebus beras, minyak goreng, gula, ikan kemasan kaleng dan berbagai jenis sembilan bahan pokok (Sembako) lainnya seharga Rp175 ribu, dengan duit sebesar Rp 25 ribu saja.
Angka 35.552 jiwa masyarakat penerima subsidi Sembako tersebut, diambil sebesar 2 persen dari total anggaran Dana Alokasi Umum (DAU) yang diterima oleh Pemkab Bogor dari pemerintah pusat, yaitu besar total uang Rp11 miliar.
“Hari ini, secara serempak dan bertahap. Pemkab Bogor melalui 25 unit pasarnya memberikan subsidi sembako dari harga awal sebesar Rp175 ribu menjadi Rp25 ribu saja. Pemberian subsidi Swmbalo ini untuk pedagang mikro, pengemudi ojek online, pengemudi ojek pangkalan dan supir angkutan perdesaan,” kata Plt Bupati Bogor Iwan Setiawan.
Iwan Setiawan menambahkan, selain Dinas Perdagangan dan Perindustrian melalui Peruma Pasar Tohaga, Dinas Sosial, Pemerintah Desa serta Dinas Koperasi dan UKM juga memiliki langkah-langkah penanganan inflasi.
“Langkah penanganan inflasi karena ancaman resesi global ini dilakukan oleh Dinas Peedagangan dan Perindustrian melalui Peruma Pasar Tohaga, Dinas Sosial, Pemerintah Desa serta Dinas Koperasi dan UKM, baik melalui DAU maupun dana desa,” tambah Iwan Setiawan.
Kepala Dinas Perdangan dan Perindustrian Kabupaten Bogor Entis Sutisna berharap, dengan diberikannya subsidi Sembako. Bisa membantu masyarakat terdampak inflasi dan kenaikan harga BBM.
“Semoga, masyarakat terdampak inflasi dan kenaikan harga BBM terbantu dengan adnaya program penyaluran subsudi Sembako atau oerasi asar murah. Selain pasar rakyat, penyaluran subsidi Sembako ini juga dilakukan di 15 kantor kecamatan,” harap Entis Sutisna.







