Bogor, Inionline.id – Menyikapi tingginya animo masyarakat yang ingin mendaftarkan anaknya ke SMP Negeri demi menghindari beban biaya SPP, Pemkot Bogor telah menyiapkan jaring pengaman sosial. Disdik mengalokasikan kuota beasiswa untuk 2.000 anak dari keluarga kurang mampu atau miskin ekstrem agar bisa bersekolah di SMP swasta secara gratis.
”Jumlahnya 2.000 orang. Harapannya, warga yang masuk kelompok miskin ekstrem kita prioritaskan sekolah semuanya. Kalau tidak tertampung di negeri, kita salurkan lewat program beasiswa yang dibiayai penuh oleh APBD Kota Bogor ini. Mereka tidak perlu membayar uang pangkal dan SPP, jadi rasanya sama seperti sekolah di negeri,” ujar Kepala Dinas Pendidikan Kota Bogor, Heri Karnadi kepada awak media.
Selain program beasiswa, dalam jangka panjang Disdik Kota Bogor juga berencana membangun satu sekolah SMP Negeri baru di wilayah Bogor Selatan. Wilayah tersebut dipilih karena merupakan salah satu kawasan padat penduduk dengan angka keluarga prasejahtera yang cukup tinggi, sekaligus menjadi blank area yang minim akses sekolah negeri maupun swasta.
Di akhir keterangannya, Heri Karnadi mengimbau kepada seluruh orang tua calon siswa agar tetap tenang dan mengikuti seluruh proses SPMB tahun 2026 ini sesuai dengan jalur resmi yang tersedia, yaitu domisili, prestasi, afirmasi, dan mutasi.
”Masyarakat jangan terbawa oleh janji-janji orang yang katanya bisa memasukkan anak ke sekolah negeri dengan imbalan jasa atau uang, padahal domisilinya jauh dan prestasinya biasa saja. Jangan terbujuk itu, karena nanti hanya akan menjadi kekecewaan yang berakibat kurang baik bagi orang tua maupun siswanya sendiri,” pungkas Heri.







