Bandung, Ruangbogor.id – Anggota DPRD Jawa Barat Doni Maradona Hutabarat mengkritik Sekretaris Daerah (Sekda) Jawa Barat, Herman Suryatman yang memimpin apel pagi di depan tumpukan sampah Tempat Pengelolaan dan Pemrosesan Akhir Sampah (TPPAS) Sarimukti, Kabupaten Bandung Barat, Senin 16 Juni kemarin.
Menurut Doni, giat tersebut sama sekali tidak memberikan solusi yang berarti bagi permasalahan sampah di Jawa Barat dan berkesan hanya seremonial belaka.
“Dia (Sekda) hanya bicara penanganan sampah menggunakan metode sanitary landfill dimana sampah itu ditumpuk di lokasi cekung, dipadatkan lalu ditimbun tanah, ini cuma akan menambah masalah, memang kedepannya Pemprov Jabar mau pakai tanah sampai berapa luas?!,” kata Doni saat dihubungi awak media, Selasa (17/06/2025).
Alih-alih menggelar apel pagi di TPPAS Sarimukti, Doni justru mendesak Pemprov Jabar segera memaksimalkan operasional TPPAS Nambo di Kabupaten Bogor dan TPPAS Legok Nangka di Kabupaten Bandung sebagai salah satu solusi nyata dalam mengatasi masalah sampah.
“Contoh di TPPAS Nambo, dalam rapat terakhir, laporan mereka itu butuh suntikan dana sebesar 60 miliar rupiah, dengan anggaran itu mereka bisa mengolah sampah sebanyak 15 sampai dengan 20 ton per-hari,” ujar Doni.
“Sampai saat ini, kami Komisi IV DPRD Jawa Barat belum menerima permohonan resmi dari mereka terkait permohonan penganggaran bantuan keuangan sebesar 60 miliar itu, saya akan kawal soal TPPAS Nambo ini sebagai salah satu solusi masalah sampah yang nyata, janganlah Sekda bikin apel di tempat sampah, memang manfaatnya apa ?, memang jadi jalan keluar masalah sampah tertangani ?, jadi terkesan itu seremoni saja,” sambung Doni.
Politisi PDIP ini juga mendorong agar Pemprov Jabar belajar ke Kabupaten Banyumas jika Pemprov tetap bertahan pada metode sanitary landfill.
“Kalau tidak salah, kemarin Gubernur Dedi Mulyadi sudah mengundang Bupati Banyumas ke Lembur Pakuan, terus apa tindak lanjutnya ?, kalau cuma kebutuhan konten buat apa, menangani sampah saja dia (Gubernur) gagal, menurut saya sanitary landfill itu hanya akan menambah masalah baru,” imbuh Doni.
“Saran saya, manfaatkan TPPAS Nambo dan Legok Nangka semaksimal mungkin, karena itu sudah tempat pemrosesan kemudian bisa menguntungkan pendapatan daerah, dan mempekerjakan banyak masyarakat sekitar,” pungkas Doni.







