Gelar Acara Aspirasi Masyarakat, Dewan RI Achmad Ru’yat Terima Curhatan Sadboy Kecamatan Kemang

Berita170 Dilihat

Bogor, Ruangbogor.id – Grup Sad Boy Kecamatan Kemang pimpinan Agung Setiawan alias beler curhat ke anggota DPR RI, Achmad Ru’yat terkait koperasi Merah Putih yang bakal diluncurkan pemerintah.

Agung mempertanyakan apakah bisa program tersebut menyerap tenaga kerja dari kalangan pemuda khususnya di Kecamatan Kemang.

“Apakah bisa pemuda-pemuda di Kecamatan Kemang direkrut dalam koperasi ini, agar para pemuda yang belum bekerja bisa direkrut,” ujarnya kepada Achmad Ru’yat di acara Aspirasi Masyarakat, di New Biq Cafe dan Resto, Kamis (24/04/2025).

Selama ini, Agung merasa bahwa kinerja dan eksistensi Pemerintah Desa hanya fokus pada pembangunan infrastruktur saja tapi tidak dalam pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM).

Merespon aspirasi tersebut, Achmad Ru’yat mengatakan bahwa aspirasi dari saudara Agung ini merupakan bagian dari usulan inisiatif terhadap rancangan Undang-Undang maupun proses revisi.

“Kemarin itu baru pembahasan yang sifatnya usulan inisiatif, itu belum diparipurnakan juga. Aspirasi saudara Agung ini seharusnya bisa diusulkan untuk mengakomodir stakeholder terutama para pelaku ekonomi kecil,” kata Ru’yat saat ditemui usai acara.

Kemudian, politisi PKS ini menambahkan bahwa konsep kooperasi ini dari anggota untuk anggota dan Presiden Prabowo memiliki konsep koperasi Merah Putih dengan harapan agar koperasi-koperasi di desa bisa dihidupkan karena secara filosofis, kooperasi ini bisa memberdayakan ekonomi, kesejahteraan antar anggota.

“Dan saya lihat koperasi unit desa, KUD-KUD yang ada ini banyaknya mati suri yang betul-betul mandiri itu hanya sebagian kecil saja mungkin gerakan ini untuk bisa membangkitkan kembali di negara-negara luar seperti di Eropa koperasi justru bisa menghidupkan kegiatan ekonomi, baik kooperasi susu, koperasi mungkin juga peternakan, pertanian, UMKM dan seterusnya,” sebut Ru’yat.

“Dengan harapan ini bisa melibatkan potensi-potensi yang ada di desa tidak hanya sentralistis dikelola oleh kepala desa, tapi melibatkan stakeholders para pemangku kepentingan termasuk anak-anak muda, UMKM-UMKM yang ada di desa dengan harapan koperasi Merah Putih juga bisa mengoptimalkan apa yang ada dipotensi di desa masing-masing,” tandasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *